Minggu, 22 November 2015

Goodbye My Love



Goodbye My Love

Cast                       :
·         Wu Yifan (Kris)
·         Jessy Kim (OC)
·         Lee Nari (OC)
·         All member EXO

Genre                   :
Sad Romance and Action

Desclaimer  :
Semua tokoh yang ada dalam cerita ini real milik dirinya sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa. Cerita ini real buatanku sendiri tanpa menjiplak karya orang lain. ada typo ataupun kesalahan mohon di maklumi.

Saran : Baca ini sambil dengerin lagu Kenangan Terindah (gak nyambung ya, ff korea tapi lagu indo) biar lebih menghayati.

~~~Happy Reading~~~

Sebuah kisah cinta yang terukir diantara aku dan kamu bagaikan langit dan bumi. Sebuah kenyataan yang sangatlah jauh dan sangatlah tidak mungkin untuk di satukan. Tapi dengan sebuah keyakinan dan pengorbanan, keabadian itu akan tumbuh dengan sendirinya......

Februari 2010...

“Oppa, hari ini kita akan pergi kemana?” tanya Nari
“Eumm.. kau mau ke mana? Tempat yang indah, romantis, menyeramkan, sepi, atau yang bagaimana??” Tanya Kris.
“Aku ingin ketempat yang bisa membuat kita selalu mengenang hari ini, dan aku ingin tempat itu menjadi tempat yang bersejarah untuk perayaan Anniversary kita yang ke- 5.”
“Baiklah. Kajja chagi!” pergi sambil merangkul Nari.

Hari ini Kris berencana akan mengajak kekasihnya Nari pergi kesuatu tempat. Kris sudah menyiapkan sebuah kejutan yang sangat indah untuk kekasihnya itu. Selama perjalanan menuju tempat yang mereka tuju, Kris dan Nari terus berpegangan tangan dan tertawa bersama. Mereka sangat bahagia karna mereka bisa menjalin hubungan ini hingga berjalan 5 tahun.

“Oppa kemana sebenarnya kita akan pergi???” tanya Nari penasaran.
“Bersabarlah chagi, kau istirahatlah dulu perjalanan kita masih panjang.”

Kris begitu bahagia memiliki kekasih sesempurna Nari. Nari adalah seorang yeoja yang ceria, cantik, baik hati, dan juga hebat dalam bermain Biola. Dimata Kris Nari bagaikan malaikat yang selalu membuat hari-harinya berwarna. Nari bisa membuat Kris tersenyum sepanjang hari dan juga bisa membuat seorang Kris yang cool menjadi seorang Kris yang idiot.

Setelah 2 jam perjalanan, mereka pun tiba di tempat tujuan. Kris meminta Nari untuk menutup matanya, lalu Kris meminta Nari untuk menunggunya di dalam mobil. Kris dengan cepat berlari ketempat dia menyiapkan kejutannya.

“Chagi kau tunggu disini dulu ne! Aku akan pergi dulu sebentar, jangan membuka penutup matamu dan juga jangan keluar dari mobil oke.”
“Ne oppa, aku akan mengikuti perkataanmu.”

Kris menyiapkan ribuan bunga mawar di tengah padang rumput yang indah. Dia menyiapkan lampu-lampu hias yang sangat indah dan juga menyiapkan alunan musik yang romantis. Di tambah dia menyiapkan meja kecil dengan dua buah kursi untuk mereka makan malam bersama. Suasana bertambah indah dengan hiasan alami bulan yang bersinar terang.

Nari masih menungu Kris di dalam mobil. Dia sangatlah penasaran dengan apa yang akan diberikan kekasihnya itu di hari jadi mereka yang ke 5. Saat sedang menunggu di dalam mobil, tiba-tiba ada sebuah truk yang melaju dengan cepat ke arah mobil dimana Nari menunggu. Nari merasa ada sesuatu dibelakang mobilnya.

BBBRRRRUUUUKKKK...BBBRRRRRUUUUKKKK.......

Mobil yang ditumpangi Nari terpental jauh dari tempat awalnya. Merasa persiapan kejutannya sudah selesai, Kris dengan cepat kembali ke tempat Nari menunggu. Saat dia tiba, dia terkejut melihat mobilnya sudah tidak ada di tempat tadi dia memarkirkannya. Kris sangat terkejut setelah melihat kalau mobilnya sudah jauh terpental dan juga rusak di ujung jalan.

“ANDWAAEEEEE!!!!!!!! NARI-SSHI.........”TERIAK Kris sambil berlari menuju mobilnya.
“Opp...aaaa.... kkkaaauuu.. dii.siii..niii???”tanya nari terbata-bata.
“Apa yang terjadi chagi?siapa yang melakukan ini??” tanya Kris dengan bercucuran air mata.
“Oppa apa aku sudah boleh membuka penutup mataku?”
“bertahanlah, aku akan segera menyelamatkanmu!”
“oppa aku sangat bahagia bisa mengenalmu, bisa mengisi hari-harimu....”
“Sudahlah chagi tidak usah bicara lagi, aku akan mengeluarkanmu dari sini.”
“Tidak usah oppa! Aku rasa ini adalah saat terakhirku bisa menemanimu dan menghiasi hari-harimu. Aku minta maaf kalau aku tidak bisa menepati janjiku untuk menikah denganmu.”
“Cukup Nari...Cukup... jangan bicara lagi...aku mohon....” ucap Kris sambil menangis.

Kris berusaha mengeluarkan Nari dari dalam mobil. Kris membawa Nari menuju rumah sakit. Selama perjalanan Nari terus bernyanyi lagu kesukaan mereka dengan suara yang lemah. Kris mendengar Nari bernyanyi semakin membuatnya tidak ingin kehilangan orang yang paling dia cintai. Namun takdir berkata lain, Nari tak terselamatkan. Nari menghembuskan nafas terakhirnya di atas pangkuan Kris. Nari berkata walau dia dan Kris akan hidup didunia yang berbeda, tapi dia akan tetap hidup dalam hatinya Kris.

“Oppa...sudahlah, kau pasti lelah menggendongku. Biarkan aku pergi dengan tenang, aku lelah seperti ini.”
“Apa yang kau bicarakan Nari? Jaga ucapanmu. Kau tidak boleh pergi meninggalkanku!”
“oppa walaupun aku akan pergi, tapi cintaku tak akan pernah pergi dari hatimu. Berjanjilah padaku kau akan menjadi namja yang baik untuk yeoja yang akan menggantikanku nanti.”
“Annii....tidak ada yeoja lain yang bisa menggantikanmu!!! Kumohon Nari bertahanlah demi aku!!!!”
“Selamat tinggal oppa!!! Aku mencintaimu.......”

Setelah kepergian kekasihnya Nari, kini Kris tumbuh dengan karakter yang dingin, keras, dan juga pendiam. Tidak ada keceriaan dalam hidupnya setelah kematian Nari. Kris merasa kalau hidupnya sudah hancur. Setelah Nari meninggal, Kris memutuskan untuk pindah ke Los Angels untuk menghilangkan kenangannya dengan Nari.

5 tahun kemudian....

Hari ini Kris memutuskan untuk kembali lagi ke Korea, karna dia mendapatkan tawaran bekerja di sebuah perusahaan ternama di Korea. Di bandara Kris di jemput oleh kakak dan adiknya Suho dan Tao. Sebenarnya Kris tidak ingin kembali ke korea karena dia tidak ingin teringat akan Nari.

Selama perjalanan menuju rumahnya, Kris hanya diam saja. Kakak dan adiknya mengajak Kris berbicara tapi Kris tidak menjawab pertanyaan mereka. Suho dan tao mengerti mengapa Kris bersikap seperti itu. Selama ini mereka dan teman-teman Kris berusaha membuat Kris tersenyum kembali, tapi hasilnya nihil.

“Kris-sshi ayo kita pergi ke club, kita mencari yeoja cantik dan sexy.” Ajak Baekhyun.
“Ani kau pergi sendiri saja!” jawab Kris dingin.
“Ayolah Kris, kita bersenang-senang disana..” Ajak Chanyeol.
“Ku bilang kau pergi sendiri saja!!” sentak Kris.
“Kau itu terlalu dramatis, hanya kehilangan kekasih saja tingkahmu sudah berubah seperti itu!!” celetuk Luhan.
“Aisshhh tutup mulutmu!!!” teriak Kris sambil memukul wajah Luhan.

Alhasil Kris dan Luhan berkelahi, Kris tidak terima dengan ucapan Luhan yang menyangkut hubungannya dengan Nari. Teman-temannya yang lain berusaha memisahkan mereka berdua, namun sepertinya emosi Kris sudah tidak bisa tertahankan lagi. Luhan akhirnya memutuskan untuk pergi dan menjauh dari Kris.



At Office....

Di kantornya yang baru Kris merasa kalau suasana kantor ini sangat tidak asing lagi baginya. Tapi dia merasa belum pernah datang ke kantor ini karna inilah pertama kalinya dia datang ke kantor ini. Di kantor baru ini dia satu kantor dengan Chen, Sehun,Kai,dan Luhan. Sebenarnya di malas datang ke kantor, karna dia pasti akan bertemu dengan Luhan yang masih membuatnya kesal.

Hari ini Kris merasa waktu berjalan sangat lambat. Dia sangat jenuh dengan semua pekerjaan yang di berikan atasannya, dan juga dia bosan melihat para karyawan yang sibuk sendiri. Chen mengajak Kris untuk makan siang bersama dengan teman-temannya yang lain, awalnya Kris menolak karna ada Luhan disana. Namun apa boleh buat, dia benci kalau harus makan sendirian.

Restaurant

“Kalian hari ini mau makan apa??” tanya Jessy
“entahlah aku bingung, sepertinya aku bosan dengan semua menu yang ada disini.” Jawab temannya.
“Aku pun sebenarnya malas makan, tapi aku ini ingin ngemil.”
“Kau ini Jessy! Di tangan mu itu sudah ada ice cream, dan kau belum kenyang juga???”

Jessy yang asik berbincang dengan teman-temannya tanpa sengaja menabrak Kris dan menumpahkan es yang ada di tangannya itu ke baju Kris. Alhasil Kris sangat kesal dan marah. Kris memarahi Jessy dan memintanya untuk menggantikan bajunya yang kotor.

“Yaaakkkkk!!!!! Kau punya mata tidak???” teriak Kris.
“Ahh mianhae aku tidak sengaja.” Jawab Jessy.
“kau ini bocah tengil bisanya hanya minta maaf saja! Lihat apa sudah kau perbuat!!”
“Mianhae ajushi, bajunya akan aku bersihkan.” Mengelap baju Kris dengan tisu.
“Apa? Ajushi kata mu??? Memangnya aku sudah tua eoh???”

Jessy yang ketakutan langsung lari dan kabur dari amukan Kris. Kris yang melihat Jessy kabur langsung mengejarnya dan menahan Jessy agar ganti rugi. Chen menahan Kris untuk terus memarahi Jessy dan meminta Jessy untuk pergi. Kris semakin marah dan memutuskan untuk tidak jadi makan siang dan kembali ke kantor.

Jessy house

“Oppa aku pulang...”
“Ne Jessy-sshi. Kenapa kau seperti habis di kejar setan saja?” Tanya Xiumin oppa.
“Aku kena marah ajushi gila oppa.”
“Ajushi? Memangnya kau melakukan apa sampai ajushi itu marah?”
“Aku hanya menumpahkan ice cream ke bajunya saja oppa.”
“Astaga Jessy!! Bagaimana kau bisa bertingkah ceroboh seperti itu?”
“aku tidak sengaja oppa, tapi dia malah terus memarahiku. Padahal aku sudah minta maaf.”
“Dasar bocah tengil, kelakuanmu itu selalu membuat orang kesal.”

Jessy Kim adalah seorang yeoja periang yang kini duduk di bangku kuliahan semester akhir. Dia tinggal bersama kakak semata wayangnya yaitu Xiumin. Orang tua mereka tinggal di Amerika, jadi Jessy hanya tinggal berdua dengan kakaknya. Jessy adalah sosok yeoja yang sangat periang dan juga baik, namun dia juga orang yang paling ceroboh yang pernah kakaknya kenal. Kakaknya cukup sabar menghadapi sikap Jessy yang terkadang seperti anak kecil.

Seminggu kemudian

Di kampus Jessy di minta untuk magang di sebuah perusahaan ternama di korea. Dia di tempatkan di sana, karna dia memiliki nilai akademik yang sangat baik. Ternyata Jessy di tempatkan di kantor tempat Kris bekerja. Saat hari pertama Jessy datang ke kantor, dia bertemu dengan Luhan yang langsung mengajaknya berkenalan dan juga berkeliling kantor itu.

Jessy sangat terkejut karna dia melihat ajushi yang menyeramkan itu ternyata akan satu kantor dengannya. Kris yang melihat Jessy masuk ke ruangannya langsung menatap Jessy dengan tajam, seperti orang yang ingin membunuh saja. Hal membuat Kris tambah kesal adalah Jessy di tempatkan di ruangan yang sama dengannya.

Hari demi hari Jessy lewati bekerja dengan ceria dan juga senyuman. Berbeda dengan Kris yang malah semakin benci ada di kantor ini. Luhan yang merasa tertarik dengan Jessy terus mendekati Jessy dan membuat Jessy pun nyaman ada di dekat Luhan.

Suatu hari Jessy memutarkan lagu dengan volume yang cukup keras di ruangannya. Tiba-tiba Kris menyadari bahwa lagu yang Jessy putar adalah lagu ke sukaan Nari. Kris langsung menghampiri meja Jessy dan memarahinya.

“Matikan lagu itu!!!” sentak Kris
“Kenapa? Aku suka lagu ini.” Jawab Jessy polos
“ku bilang matikan!!! Atau tidak kau keluar dari sini.”
“Tidak usah berteriak kau bisa kan ajushi???”
“Aahhhhhh...!!!!! bisa gila aku kalau terus ada di dekatmu.”

Kris akhirnya pulang walau pun jam pulang kerja belum tiba. Jessy yang merasa tidak bersalah malah melanjutkan pekerjaannya sambil mendengarkan lagu yang tadi. Setelah jam pulang kerja, Luhan menawarkan Jessy untuk mengantarnya pulang. Karena hari memang sudah malam, dan dia pun takut pulang sendirian, jessy pun menerima tawaran Luhan untuk mengantarnya pulang.

Keesokan harinya Jessy datang lebih awal, karna dia di minta untuk mempersiapkan materi rapat jam 8 nanti. Saat sedang ingin mengambil dus kertas yang ada di atas lemari, tiba-tiba Jessy hampir terjatuh dari atas kursi. Untung saja Kris datang tepat waktu dan berhasil menangkap Jessy di pangkuannya. Kris yang tiba-tiba mengingat Nari saat Nari meninggal langsung melepaskan jessy ke bawah dan berhasil membuat pantat jessy kesakitan.

“Kau ini ajushi jahat ya! Kenapa kau menurunkanku tiba-tiba? Pantatku sakit tau!”
“Sudah ku bilang jangan memanggilku ajushi!!” pergi menuju mejanya.

Kris merasa ada sesuatu yang terjadi pada hatinya. Dia merasa detak jantungnya berdegup kencang saat dia sedang menggendong Jessy. Tapi dia langsung mengalihkan pikirannya dan langsung fokus pada pekerjaannya. Selama bekerja Jessy tidak pernah kehilangan senyumannya. Sebanyak apa pun pekerjaan yang dia terima, dan sesulit apa pun pekerjaannya itu, Jessy tetap tersenyum dan juga ceria.

Semakin ke sini Kris menjadi sering memperhatikan Jessy. Dia rasa kalau Jessy itu mirip dengan Nari, mereka sama-sama yeoja yang periang dan juga cantik. Astaga apa yang aku fikirkan?? Kris tak mau sampai tertarik pada yeoja lain, karna dia telah berjanji hanya Nari lah yeoja yang dia cintai.

Hari ini Kris harus bekerja lembur karna dia di rekomendasikan untuk naik pangkat menjadi seorang Manajer. Tenyata Jessy pun ada pekerjaan yang harus dia serahkan besok pagi, yang membuatnya harus melembur. Di kantor hanya tinggal Jessy dan Kris dan mereka pun ada dalam satu ruangan. Tiba-tiba lampu kantor mati semua, dan membuat jessy menjerit ketakutan. Kris yang mendengar Jessy menjerit langsung menghampiri Jessy dan memeluknya.

“Tenanglah Jessy, ada aku disini! Lebih baik kita keluar dari kantor sekarang.” Ucap Kris.
“Baiklah, yang terpenting aku bisa keluar dari tempat yang gelap ini.”
“peganglah tanganku. Aku akan menuntunmu menuju luar.”
“Baiklah.”

Setelah keluar dari kantor, Kris baru menyadari bahwa sedari tadi dia menggenggam tangan Jessy dengan erat. Kris langsung melepaskan genggamannya dan pergi begitu saja meninggalkan Jessy yang masih kebingungan. Jessy akhirnya memutuskan untuk pulang sendirian, sebenarnya dia takut pulang sendirian karna hari sudah sangat gelap. Saat sedang berjalan menuju halte bus, Jessy di hadang oleh beberapa preman. Jessy di ganggu dan juga di goda oleh preman tersebut. Kris yang kebetulan pulang melewati halte itu langsung turun dan menghajar preman yang sudah menggangu Jessy.

“Brengsek kalian!!!” mengahajar wajah mereka satu persatu.
“Kris oppa...” ucap Jessy senang
“kau sudah aman sekarang, lebih baik kau ku antar pulang. Cepat masuk mobil ku.” Ajak Kris
“baiklah. Gomawo oppa.”
“tunggu....apa aku tidak salah dengar? Kau memanggilku oppa??” tanya Kris sambil melajukan mobilnya.
“Mmmmm..... memangnya tidak boleh?”
“itu lebih baik dari pada kau memanggilku ajushi.”
“sekali lagi gomawo Kris oppa.” Tersenyum.

Melihat senyuman Jessy, kris merasa hatinya tenang. Sudah sekian lama setelah Nari pergi Kris tidak pernah melihat senyum sehangat itu. Tiba-tiba perut Jessy berbunyi dengan keras yang menandakan kalau dia itu lapar. Kris yang mendengar suara perut Jessy langsung membawa Jessy ke sebuah restaurant berbintang lima di daerah Myeongdong. Jessy bingung kenapa Kris membawanya ke sebuah restaurant, bukannya kerumahnya.

“Ayo cepat turun!” ucap Kris.
“memangnya kita mau ngapain disini?” tanya Jessy polos.
“Kau kira kita di restaurant mau ngapain? Ngelondre baju? Mau masang behel? Ya kita akan makan lah. Bukannya kau lapar?” celetuk Kris
“bagaimana kau bisa tahu kalau aku ini lapar???”
“Apa kau itu bodoh eoh? Suara perutmu itu sangat kencang tau!!!”

Kris dan Jessy pun akhirnya makan malam bersama. Entah apa Kris sangat senang makan bersama dengan Jessy. Mereka menjadi lebih akrab dan juga Kris mulai sedikit tersenyum mendengar celotehan Jessy yang seperti anak-anak.

Semakin hari Jessy dan Kris menjadi lebih dekat. Mereka menjadi lebih sering berangkat ke kantor bersama, makan siang bersama, dan juga pulang bersama. Semua karyawan yang ada di kantor sangat aneh melihat kedekatan Jessy dan juga Kris. Akhir-akhir ini Kris lebih sering tersenyum dan juga tertawa. Luhan tidak suka melihat Jessy dan Kris sangat begitu dekat, Luhan sangat cemburu melihat mereka berdua.

Kris House

“Kris hyung kau dari mana saja? Kenapa malam sekali pulangnya?” Tanya tao adiknya
“Aku ada urusan dulu jadi pulang telat.”
“Kau sudah makan? Ayo kita makan dulu!” ajak Suho hyung.
“Ani hyung, kalian makan saja berdua, aku sudah makan.”
“Pasti kau makan dengan yeoja itu ya hyung?’ tanya Tao usil.
“Kau tidak perlu tau urusanku.”
“Ajaklah pacarmu itu kemari, dan perkenalkan pada hyung dan juga Tao.” Ucap Suho hyung.
“Pacar apa hyung? Aku ini tidak punya pacar.’
“Kau tidak usah berbohong hyung!!!!” ejek Tao.
“kalian ini bicara apa eoh? Sudah aku mau tidur aku cape.” Pergi kekamarnya.

Dikamarnya kris senyum-senyum sendiri kalau mengingat tingkah lucu Jessy. Dia rasa Jessy sudah membuat hidupnya menjadi berwarna kembali. Kini mereka sering sekali bertelepon hingga tengah malam. Kini di hidup Kris tak ada hari tanpa senyuman karna Jessy.

Suho dan Tao sangat senang kalau Kris sudah kembali menjadi sosok Kris yang dulu lagi. Kini Kris sering tersenyum dan juga bernyanyi. Mereka senang kalau Kris sudah dapat melupakan Nari mantan kekasihnya itu. Butuh waktu yang lama untuk Kris dapat kembali menjadi dahulu. Kini Nari dapat pergi dengan tenang dan bisa tersenyum di atas sana karna Kris sudah dapat menemukan penggantinya yang bisa membuat Kris tersenyum.

Sabtu ini Kris berencana mengajak Jessy untuk makan malam di sebuah restaurant yang sangat mewah. Kris sudah memesan meja dengan dekorasi yang sangat romantis. Kris berencana untuk menyetakannya pada Jessy. Namun kris ragu, dia takut kalau Jessy akan menolaknya karena Kris fikir Jessy itu dekat Luhan.

At Restaurant

Kris menjemput Jessy di rumahnya tepat pukul 8 malam. Kris sangat terkejut melihat penampilan Jessy yang sangat cantik dan beda dengan biasanya. Kris membawa jessy ke restaurant tempat mereka akan makan malam. Saat di tengah makan malam, kris memegang tangan Jessy dan mengungkapkan perasaannya pada Jessy.

“Jessy-sshi!!” memegang tangan Jessy.
“Ne...?” jawab jessy gugup
“sebenarnya aku ingin bilang kalau aku.........” ucap Kris terputus
“Aku apa oppa??”
“Aku......sebenarnya menyukaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku Jessy?”

Jessy tidak percaya kalau kris mengungkapkan perasaannya. Jessy tidak percaya kalau orang yang sering dia panggil ajushi itu ternyata menyukainya. Sebenarnya sejak dulu Jessy sudah suka pada kris karna Kris sangat tampan dan juga hebat. Namun Jessy tak berani mengatakannya karna takut di telan hidup-hidup oleh kris.

Tanpa berfikir panjang Jessy menerima kris dan juga mengatakan kalau dia juga sangat mencintai Kris dan dia juga senang bisa menjadi orang yang penting dan berharga bagi Kris. Malam itu mereka membuat kenangan yang sangat indah dan juga berkesan. Kris yang mengajak Jessy jalan-jalan berkeliling Seoul sangat membuat Jessy bahagia.

Saat mereka pergi kekantor bersama dengan saling berpegangan tangan, semua karyawan kaget saat mengetahui kalau Jessy dan Kris sudah berpacaran. Teman-teman Kris pun ikut bahagia karna melihat temannya sudah dapat melupakan Nari. Namun tidak untuk Luhan. Dia sangat tidak suka melihat jessy dan kris berpacaran. Luhan terbakar oleh cemburu yang membuatnya berencana untuk memisahkan mereka.

Kris ditugaskan oleh perusahaan untuk menjadi perwakilan perusahaan di acara seminar umum di daerah Deojeon yang mengharuskan Kris menginap di sana selama 2 hari. Saat jam pulang kerja, Jessy akan pulang menuju halte namun di tahan oleh Luhan. Luhan meminta Jessy untuk menemaninya minum kopi. Awalnya Jessy menolak karna takut Kris marah kalau tau dia pergi dengan namja lain.

“Jessy-sshi apa kau tahu bagaimana masa lau Kris?” pancing Luhan
“Aniya..lagi pula itu bukan urusanku untuk mencari tahu bagaimana dia di masa lalu.”
“Kris itu pernah di tinggalkan oleh kekasihnya beberapa tahun lalu.”
“itu hal biasa bagiku, setiap orang pasti  pernah di tinggalkan oleh kekasihnya.”jawab Jessy enteng.
“dia di tinggalkan mati oleh pacarnya yang akan menjadi istrinya itu.”
“Haa????mati?” tanya Jessy kaget.
“Yap! Dan asal kamu tahu Kris itu sangat mencintai kekasihnya karna kekasihnya itu meninggal saat mereka akan merayakan anniv mereka yang ke 5.”
“benarkah seperti itu???”

Jessy yang mendengar cerita tentang Kris dari Luhan menjadi terfikirkan tentang hubungannya dengan Kris. Dia takut kalau dia hanya di jadikan batu loncatan saja oleh kris. Jessy mencoba menghubungi Kris namun ponsel kris tidak dapat dihubungi, dan membuat jessy menjadi semakin panik.

Suatu hari Luhan meminta Kris untuk bertemu di sebuah taman. Tanpa sepengetahuan kris Luhan meminta Jessy juga untuk datang. Luhan akan mencoba memisahkan mereka dengan cara apa pun.

“Kris sebelumnya aku minta maaf soal perkataan ku waktu itu.” Ujar Luhan
“Ucapan yang mana?”
“Ucapan ku mengenai Nari. Aku benar-benar menyesal, aku minta maaf.”
“ne tenang saja, aku sudah memaafkanmu.”
“Oh ya Kris aku dengan kau sekarang pacaran dengan Jessy?”
“ne sekarang kami berpacaran. Aku minta maaf ya kalau kau tidak suka dengan hubungan kami.”
“untuk apa aku tidak suka, aku mendukung saja.”
“Tapikan kau yang lebih dulu mengenalnya, dan banyak yang mengatakan kalau kau menyukainya.”
“Ahhh itu hanya pendapat mereka saja. Jadi kau tenang saja. Sebenarnya kau mencintai Jessy itu tulus atau tidak?”
“Kalau aku boleh jujur di hatiku itu sebenarnya hanya aja Nari, namun aku coba mendekati Jessy mungkin saja aku bisa lupa, namun ternyata tidak. Aku malah makin mengingat Nari. Aku sering menganggap kalau Jessy itu adalah nari, karna mereka memiliki banyak kesamaan.”

Jessy yang mendengar perkataan Kris sangat terkejut dan tidak menyangka kalau dirinya itu hanya di jadikan bahan percobaan, dan Jessy hanya di anggap sebagai Nari yang hidup dari matinya. Jessy yang kecewa dengan perkataan kris langsung menghampiri Kris dan menamparnya. Luhan merasa bahagia karna dia telah berhasil membuat Jessy dan Kris berpisah.

“kau kurang ajar Kriss...” sambil menampar Kris.
“Nari-sshi.....eehhh....Jessy-sshi....”
“lihatlah menyebutkan namaku saja kau sudah salah. Ternyata aku telah salah menyukai orang. Ternyata kau itu orang yang sangat tidak mempunyai hati. Aku benci padamu KRISSS!!!”lalu pergi meninggalkan Kris dan Luhan.

Luhan yang melihat hanya tertawa dan juga bahagia kalau rencananya berjalan dengan lancar. Dan itu berarti tidak ada yang dapat menghalanginya lagi untuk mendapatkan Jessy. Kris berusaha mengejar Jessy namun Jessy tidak mendengar panggilan Kris dan terus pergi menggunakan taxi.

Jessy House..

Setibanya di rumah, jessy menangis dan mengurung diri dikamarnya. Xiumin yang melihat adiknya menangis seperti itu langsung menghampiri Jessy dikamarnya. Dia bingung kenapa Jessy bisa sampai menangis, apa yang sudah terjadi, dan siapa yang berani membuat adik kesayangannya ini menangis.

“Jessy-sshi kau kenapa?” tanya Xiumin Cemas.
“Oppa aku sakit hatiii” memeluk oppanya.
“kau kenapa eoh? Siapa yang sudah membuatmu menangis?”
“Kris oppa. Dia ternyata orang yang sangat jahat sekali. Dia hanya menganggapku sebagai batu loncatan dalam cintanya.” Cerita jessy penuh air mata.
“kurang ajar sekali dia! Beraninya dia membuat adik oppa menangis seperti itu. Lihat saja oppa akan memberinya pelajaran sekarang juga.” Ujar Xiumin penuh emosi.
“tidak usah oppa, biarkan saja dia. Tidak usah mencari masalah dengannya, aku tidak mau oppa terluka.”

Xiumin tidak mendengarkan adiknya berbicara, dan langsung berangkat menuju rumah Kris untuk memberinya pelajaran karna sudah membuat nangis adiknya. Jessy berusaha menahan oppanya agar tak pergi namun yang ada Jessy malah di kurung dalam kamar dan tidak di izinkan keluar.

“Yaaakkk namja sialan keluar kau!!!!” teriak Xiumin di depan pintu rumah Kris.
“Maaf kau siapa dan ada perlu apa? Mengapa kau berteriak seperti itu?” tanya Suhoo setelah membukakan pintu.
“dimana Kris namja brengsek itu! Jangan sembunyi dia!”
“hei hati-hati kalau berbicara ya! Jangan mengatakan kalau adikku itu berengsek.”
“oh kau hyungnya, cepat panggil Kris keluar.”

Tak lama Kris tiba dengan mobilnya. Xiumin yang sudah emosi langsung menghampiri Kris dan menghajarnya dengan keras. Suho yang melihat itu tidak terima kalau adiknya itu di hajar. Suho meminta Xiumin untuk berhenti dan menjelaskan padanya apa yang sebenarnya terjadi.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau memukuli adikku?”
“beritahu adikmu, sebagai namja seharusnya dia bisa bersikap dewasa. Berani sekali kau menjadikan adikku menjadi sebuah batu loncatan. Kau fikir adikku itu apa?”
“Mian hyung! Aku tidak bermaksud seperti itu.”
“Sudahlah kau jangan banyak bicara lagi.  Dengar ini, aku minta padamu jangan pernah menemui dan menghubungi Jessy mulai saat ini!”

Suho dan Tao yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi meminta Kris untuk menjelaskannya. Setelah mendengar penjelasan dari Kris, suho dan tao pun ikut merasa kesal kalau perbuatan adiknya itu. Namun Kris mengatakan pada hyungnya kalau dulu dia memang dekat dengan Jessy karna dia merasa seperti sedang dekat dengan Nari. Namun perasaan kris sudah benar-benar sepenuhnya untuk Jessy. Kris sangat serius mencintai Jessy, Kris kesal karna dia sudah membuat orang yang dia sayang untuk kedua kalinya pergi meninggalkannya.

Malam harinya Kris berencana untuk datang ke rumah Jessy untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Setibanya di rumah Jessy, Kris terus mengetuk pintu rumah Jessy namun baik Jessy ataupun kakaknya Xiumin tidak ada satu pun yang membukakan pintu. Kris melihat Jessy yang sedang memandang keluar jendela, lalu kris memanggil jessy untuk turun dan mendengarkan penjelasannya. Namun Jessy tidak ingin turun malah menutup jendela dan mematikan lampu.

Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam. Kris akhirnya memutuskan untuk pulang dan akan kembali kesini besok pagi. Sebenarnya Jessy belum tidur, dia tidak tega melihat Kris menunggunya diluar, tapi dia benci pada kris yang sudah memanfaatkannya. Saat kris sedang berjalan menuju mobilnya yang terparkir cukup jauh dari rumah Jessy, ada segerombolan preman yang mabuk menghampiri Kris dan mencoba merampas mobil Kris. Kebetulan sekali Baekhyun, Chanyeol, Chen, Luhan, Sehun dan kai melewat ke jalan itu dan melihat Kris sedang di keroyok oleh preman-preman.

Teman-temannya membantu Kris melawan para preman. Jessy yang mendengar ada keributan langsung melihat keluar jendela, dan dia sangat terkejut sangat melihat kalau Kris dan teman-temannya sedang berkelahi dengan para preman. Jessy langsung membangunkan kakaknya untuk segera menolong Kris dan teman-temannya.  Begitu melihat jessy keluar, Kris sangat begitu senang. Dia langsung berlari menghampiri jessy dan langsung memeluknya.

“Jessy-sshi aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku di jebak oleh Luhan agar kita berpisah. Tapi luhan sudah menjelaskan semuanya dan dia pun sudah menyadari kesalahannya.”sambil memegang kedua tangan Jessy.
“Oppa aku pun minta maaf karena telah membuatmu menunggu selama ini. Aku mengerti orang sepertimu tidak mungkin menyakiti orang yang kau cinta.”

Tiba-tiba ada preman yang menghampiri Kris dengan membawa pecahan botol yang tajam. Preman itu langsung menusukkan botol itu ke punggung Kris. Jessy yang melihat darah yang keluar dari punggung Kris dan juga mulutnya langsung mejerit dan menangis.
“KRISSSS AWASSSSSS DI BELAKANGMUUU.....!!!!!!” teriak teman-temannya.
“Oppa kau kenapa? Oppa punggungmu...”
“Jessy-sshi...terimakasih telah membuat hariku berwarna. Terimakasih  sudah mengembalikan senyumanku yang dulu sempat hilang. Aku minta maaf karna telah membuatmu kecewa,”
“oppa kumohon jangan tinggalkan aku. Aku tidak marah padamu, aku malah sangat mencintaimu.”
“Oppa mungkin akan menyusul Nari ke atas sana. Kau jangan lupakan oppa, jaga terus senyum dan keceriaanmu itu. Saranghaeyo Jessy........”
“OPPAAAAAA.........ANDWAE......!!!!”teriak Jessy
“Sudah Jessy jangan menangis, biarkan Kris pergi menemui cinta sejatinya di alam sana.” Ujar Xiumin
“Oppa walau pun aku hanya kau anggap sebagai batu loncatan, aku tetap senang telah mengisi kekosongan hatimu selama ini. Semoga kau bahagia dengan cinta sejatimu disana.” Jessy menangis terharu.

Kepergian Kris meninggalkan luka yang terdalam bagi Jessy. Namun jessy telah berjanji pada Kris dan juga dirinya sendiri untuk tetap tersenyum dan juga ceria. Jessy yakin kalau Kris dan Nari akan hidup bahagia di atas sana. Cinta Kris tidak akan pernah mati dalam hatinya Jessy.

Sebuah pengorbanan cinta akan membuahkan sebuah kebahagian yang besar. Yaitu sebuah cinta sejati yang telah di daktirkan oleh tuhan. Walau pun rasanya sakit saat kita berkorban, tapi akan indah terasa jika kita pun merasa bahagia dengan orang yang kita sayang. Hidup adalah sebuah permainan yang memerlukan pengorbanan dan akan mendapatkan hadiah berupa kebahagiaan.


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar