Goodbye
My Love
Cast :
·
Wu Yifan (Kris)
·
Jessy Kim (OC)
·
Lee Nari (OC)
·
All member EXO
Genre :
Sad Romance and Action
Desclaimer :
Semua tokoh yang ada dalam
cerita ini real milik dirinya sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa. Cerita ini real
buatanku sendiri tanpa menjiplak karya orang lain. ada typo ataupun kesalahan
mohon di maklumi.
Saran : Baca ini sambil dengerin lagu Kenangan Terindah (gak nyambung ya,
ff korea tapi lagu indo) biar lebih menghayati.
~~~Happy Reading~~~
Sebuah kisah cinta yang terukir diantara aku
dan kamu bagaikan langit dan bumi. Sebuah kenyataan yang sangatlah jauh dan
sangatlah tidak mungkin untuk di satukan. Tapi dengan sebuah keyakinan dan
pengorbanan, keabadian itu akan tumbuh dengan sendirinya......
Februari 2010...
“Oppa, hari ini
kita akan pergi kemana?” tanya Nari
“Eumm.. kau mau
ke mana? Tempat yang indah, romantis, menyeramkan, sepi, atau yang bagaimana??”
Tanya Kris.
“Aku ingin
ketempat yang bisa membuat kita selalu mengenang hari ini, dan aku ingin tempat
itu menjadi tempat yang bersejarah untuk perayaan Anniversary kita yang ke- 5.”
“Baiklah. Kajja
chagi!” pergi sambil merangkul Nari.
Hari ini Kris
berencana akan mengajak kekasihnya Nari pergi kesuatu tempat. Kris sudah
menyiapkan sebuah kejutan yang sangat indah untuk kekasihnya itu. Selama
perjalanan menuju tempat yang mereka tuju, Kris dan Nari terus berpegangan
tangan dan tertawa bersama. Mereka sangat bahagia karna mereka bisa menjalin
hubungan ini hingga berjalan 5 tahun.
“Oppa kemana sebenarnya
kita akan pergi???” tanya Nari penasaran.
“Bersabarlah
chagi, kau istirahatlah dulu perjalanan kita masih panjang.”
Kris begitu
bahagia memiliki kekasih sesempurna Nari. Nari adalah seorang yeoja yang ceria,
cantik, baik hati, dan juga hebat dalam bermain Biola. Dimata Kris Nari
bagaikan malaikat yang selalu membuat hari-harinya berwarna. Nari bisa membuat
Kris tersenyum sepanjang hari dan juga bisa membuat seorang Kris yang cool
menjadi seorang Kris yang idiot.
Setelah 2 jam
perjalanan, mereka pun tiba di tempat tujuan. Kris meminta Nari untuk menutup
matanya, lalu Kris meminta Nari untuk menunggunya di dalam mobil. Kris dengan
cepat berlari ketempat dia menyiapkan kejutannya.
“Chagi kau tunggu
disini dulu ne! Aku akan pergi dulu sebentar, jangan membuka penutup matamu dan
juga jangan keluar dari mobil oke.”
“Ne oppa, aku
akan mengikuti perkataanmu.”
Kris menyiapkan
ribuan bunga mawar di tengah padang rumput yang indah. Dia menyiapkan
lampu-lampu hias yang sangat indah dan juga menyiapkan alunan musik yang
romantis. Di tambah dia menyiapkan meja kecil dengan dua buah kursi untuk
mereka makan malam bersama. Suasana bertambah indah dengan hiasan alami bulan
yang bersinar terang.
Nari masih
menungu Kris di dalam mobil. Dia sangatlah penasaran dengan apa yang akan
diberikan kekasihnya itu di hari jadi mereka yang ke 5. Saat sedang menunggu di
dalam mobil, tiba-tiba ada sebuah truk yang melaju dengan cepat ke arah mobil
dimana Nari menunggu. Nari merasa ada sesuatu dibelakang mobilnya.
BBBRRRRUUUUKKKK...BBBRRRRRUUUUKKKK.......
Mobil yang
ditumpangi Nari terpental jauh dari tempat awalnya. Merasa persiapan kejutannya
sudah selesai, Kris dengan cepat kembali ke tempat Nari menunggu. Saat dia
tiba, dia terkejut melihat mobilnya sudah tidak ada di tempat tadi dia
memarkirkannya. Kris sangat terkejut setelah melihat kalau mobilnya sudah jauh
terpental dan juga rusak di ujung jalan.
“ANDWAAEEEEE!!!!!!!!
NARI-SSHI.........”TERIAK Kris sambil berlari menuju mobilnya.
“Opp...aaaa....
kkkaaauuu.. dii.siii..niii???”tanya nari terbata-bata.
“Apa yang terjadi
chagi?siapa yang melakukan ini??” tanya Kris dengan bercucuran air mata.
“Oppa apa aku
sudah boleh membuka penutup mataku?”
“bertahanlah, aku
akan segera menyelamatkanmu!”
“oppa aku sangat
bahagia bisa mengenalmu, bisa mengisi hari-harimu....”
“Sudahlah chagi
tidak usah bicara lagi, aku akan mengeluarkanmu dari sini.”
“Tidak usah oppa!
Aku rasa ini adalah saat terakhirku bisa menemanimu dan menghiasi hari-harimu.
Aku minta maaf kalau aku tidak bisa menepati janjiku untuk menikah denganmu.”
“Cukup
Nari...Cukup... jangan bicara lagi...aku mohon....” ucap Kris sambil menangis.
Kris berusaha
mengeluarkan Nari dari dalam mobil. Kris membawa Nari menuju rumah sakit.
Selama perjalanan Nari terus bernyanyi lagu kesukaan mereka dengan suara yang
lemah. Kris mendengar Nari bernyanyi semakin membuatnya tidak ingin kehilangan
orang yang paling dia cintai. Namun takdir berkata lain, Nari tak
terselamatkan. Nari menghembuskan nafas terakhirnya di atas pangkuan Kris. Nari
berkata walau dia dan Kris akan hidup didunia yang berbeda, tapi dia akan tetap
hidup dalam hatinya Kris.
“Oppa...sudahlah,
kau pasti lelah menggendongku. Biarkan aku pergi dengan tenang, aku lelah
seperti ini.”
“Apa yang kau
bicarakan Nari? Jaga ucapanmu. Kau tidak boleh pergi meninggalkanku!”
“oppa walaupun
aku akan pergi, tapi cintaku tak akan pernah pergi dari hatimu. Berjanjilah
padaku kau akan menjadi namja yang baik untuk yeoja yang akan menggantikanku
nanti.”
“Annii....tidak
ada yeoja lain yang bisa menggantikanmu!!! Kumohon Nari bertahanlah demi
aku!!!!”
“Selamat tinggal
oppa!!! Aku mencintaimu.......”
Setelah kepergian
kekasihnya Nari, kini Kris tumbuh dengan karakter yang dingin, keras, dan juga
pendiam. Tidak ada keceriaan dalam hidupnya setelah kematian Nari. Kris merasa
kalau hidupnya sudah hancur. Setelah Nari meninggal, Kris memutuskan untuk
pindah ke Los Angels untuk menghilangkan kenangannya dengan Nari.
5 tahun kemudian....
Hari ini Kris
memutuskan untuk kembali lagi ke Korea, karna dia mendapatkan tawaran bekerja
di sebuah perusahaan ternama di Korea. Di bandara Kris di jemput oleh kakak dan
adiknya Suho dan Tao. Sebenarnya Kris tidak ingin kembali ke korea karena dia
tidak ingin teringat akan Nari.
Selama perjalanan
menuju rumahnya, Kris hanya diam saja. Kakak dan adiknya mengajak Kris
berbicara tapi Kris tidak menjawab pertanyaan mereka. Suho dan tao mengerti
mengapa Kris bersikap seperti itu. Selama ini mereka dan teman-teman Kris
berusaha membuat Kris tersenyum kembali, tapi hasilnya nihil.
“Kris-sshi ayo
kita pergi ke club, kita mencari yeoja cantik dan sexy.” Ajak Baekhyun.
“Ani kau pergi
sendiri saja!” jawab Kris dingin.
“Ayolah Kris,
kita bersenang-senang disana..” Ajak Chanyeol.
“Ku bilang kau
pergi sendiri saja!!” sentak Kris.
“Kau itu terlalu
dramatis, hanya kehilangan kekasih saja tingkahmu sudah berubah seperti itu!!”
celetuk Luhan.
“Aisshhh tutup
mulutmu!!!” teriak Kris sambil memukul wajah Luhan.
Alhasil Kris dan Luhan
berkelahi, Kris tidak terima dengan ucapan Luhan yang menyangkut hubungannya
dengan Nari. Teman-temannya yang lain berusaha memisahkan mereka berdua, namun
sepertinya emosi Kris sudah tidak bisa tertahankan lagi. Luhan akhirnya
memutuskan untuk pergi dan menjauh dari Kris.
At Office....
Di kantornya yang
baru Kris merasa kalau suasana kantor ini sangat tidak asing lagi baginya. Tapi
dia merasa belum pernah datang ke kantor ini karna inilah pertama kalinya dia datang
ke kantor ini. Di kantor baru ini dia satu kantor dengan Chen, Sehun,Kai,dan Luhan.
Sebenarnya di malas datang ke kantor, karna dia pasti akan bertemu dengan Luhan
yang masih membuatnya kesal.
Hari ini Kris
merasa waktu berjalan sangat lambat. Dia sangat jenuh dengan semua pekerjaan
yang di berikan atasannya, dan juga dia bosan melihat para karyawan yang sibuk
sendiri. Chen mengajak Kris untuk makan siang bersama dengan teman-temannya
yang lain, awalnya Kris menolak karna ada Luhan disana. Namun apa boleh buat,
dia benci kalau harus makan sendirian.
Restaurant
“Kalian hari ini
mau makan apa??” tanya Jessy
“entahlah aku
bingung, sepertinya aku bosan dengan semua menu yang ada disini.” Jawab
temannya.
“Aku pun
sebenarnya malas makan, tapi aku ini ingin ngemil.”
“Kau ini Jessy!
Di tangan mu itu sudah ada ice cream, dan kau belum kenyang juga???”
Jessy yang asik
berbincang dengan teman-temannya tanpa sengaja menabrak Kris dan menumpahkan es
yang ada di tangannya itu ke baju Kris. Alhasil Kris sangat kesal dan marah.
Kris memarahi Jessy dan memintanya untuk menggantikan bajunya yang kotor.
“Yaaakkkkk!!!!!
Kau punya mata tidak???” teriak Kris.
“Ahh mianhae aku
tidak sengaja.” Jawab Jessy.
“kau ini bocah
tengil bisanya hanya minta maaf saja! Lihat apa sudah kau perbuat!!”
“Mianhae ajushi,
bajunya akan aku bersihkan.” Mengelap baju Kris dengan tisu.
“Apa? Ajushi kata
mu??? Memangnya aku sudah tua eoh???”
Jessy yang
ketakutan langsung lari dan kabur dari amukan Kris. Kris yang melihat Jessy
kabur langsung mengejarnya dan menahan Jessy agar ganti rugi. Chen menahan Kris
untuk terus memarahi Jessy dan meminta Jessy untuk pergi. Kris semakin marah
dan memutuskan untuk tidak jadi makan siang dan kembali ke kantor.
Jessy house
“Oppa aku
pulang...”
“Ne Jessy-sshi.
Kenapa kau seperti habis di kejar setan saja?” Tanya Xiumin oppa.
“Aku kena marah
ajushi gila oppa.”
“Ajushi?
Memangnya kau melakukan apa sampai ajushi itu marah?”
“Aku hanya
menumpahkan ice cream ke bajunya saja oppa.”
“Astaga Jessy!!
Bagaimana kau bisa bertingkah ceroboh seperti itu?”
“aku tidak
sengaja oppa, tapi dia malah terus memarahiku. Padahal aku sudah minta maaf.”
“Dasar bocah
tengil, kelakuanmu itu selalu membuat orang kesal.”
Jessy Kim adalah
seorang yeoja periang yang kini duduk di bangku kuliahan semester akhir. Dia
tinggal bersama kakak semata wayangnya yaitu Xiumin. Orang tua mereka tinggal
di Amerika, jadi Jessy hanya tinggal berdua dengan kakaknya. Jessy adalah sosok
yeoja yang sangat periang dan juga baik, namun dia juga orang yang paling
ceroboh yang pernah kakaknya kenal. Kakaknya cukup sabar menghadapi sikap Jessy
yang terkadang seperti anak kecil.
Seminggu kemudian
Di kampus Jessy
di minta untuk magang di sebuah perusahaan ternama di korea. Dia di tempatkan
di sana, karna dia memiliki nilai akademik yang sangat baik. Ternyata Jessy di
tempatkan di kantor tempat Kris bekerja. Saat hari pertama Jessy datang ke
kantor, dia bertemu dengan Luhan yang langsung mengajaknya berkenalan dan juga
berkeliling kantor itu.
Jessy sangat
terkejut karna dia melihat ajushi yang menyeramkan itu ternyata akan satu
kantor dengannya. Kris yang melihat Jessy masuk ke ruangannya langsung menatap
Jessy dengan tajam, seperti orang yang ingin membunuh saja. Hal membuat Kris
tambah kesal adalah Jessy di tempatkan di ruangan yang sama dengannya.
Hari demi hari
Jessy lewati bekerja dengan ceria dan juga senyuman. Berbeda dengan Kris yang
malah semakin benci ada di kantor ini. Luhan yang merasa tertarik dengan Jessy
terus mendekati Jessy dan membuat Jessy pun nyaman ada di dekat Luhan.
Suatu hari Jessy
memutarkan lagu dengan volume yang cukup keras di ruangannya. Tiba-tiba Kris
menyadari bahwa lagu yang Jessy putar adalah lagu ke sukaan Nari. Kris langsung
menghampiri meja Jessy dan memarahinya.
“Matikan lagu
itu!!!” sentak Kris
“Kenapa? Aku suka
lagu ini.” Jawab Jessy polos
“ku bilang matikan!!!
Atau tidak kau keluar dari sini.”
“Tidak usah
berteriak kau bisa kan ajushi???”
“Aahhhhhh...!!!!!
bisa gila aku kalau terus ada di dekatmu.”
Kris akhirnya pulang
walau pun jam pulang kerja belum tiba. Jessy yang merasa tidak bersalah malah
melanjutkan pekerjaannya sambil mendengarkan lagu yang tadi. Setelah jam pulang
kerja, Luhan menawarkan Jessy untuk mengantarnya pulang. Karena hari memang
sudah malam, dan dia pun takut pulang sendirian, jessy pun menerima tawaran Luhan
untuk mengantarnya pulang.
Keesokan harinya
Jessy datang lebih awal, karna dia di minta untuk mempersiapkan materi rapat
jam 8 nanti. Saat sedang ingin mengambil dus kertas yang ada di atas lemari,
tiba-tiba Jessy hampir terjatuh dari atas kursi. Untung saja Kris datang tepat
waktu dan berhasil menangkap Jessy di pangkuannya. Kris yang tiba-tiba
mengingat Nari saat Nari meninggal langsung melepaskan jessy ke bawah dan
berhasil membuat pantat jessy kesakitan.
“Kau ini ajushi
jahat ya! Kenapa kau menurunkanku tiba-tiba? Pantatku sakit tau!”
“Sudah ku bilang
jangan memanggilku ajushi!!” pergi menuju mejanya.
Kris merasa ada
sesuatu yang terjadi pada hatinya. Dia merasa detak jantungnya berdegup kencang
saat dia sedang menggendong Jessy. Tapi dia langsung mengalihkan pikirannya dan
langsung fokus pada pekerjaannya. Selama bekerja Jessy tidak pernah kehilangan
senyumannya. Sebanyak apa pun pekerjaan yang dia terima, dan sesulit apa pun
pekerjaannya itu, Jessy tetap tersenyum dan juga ceria.
Semakin ke sini
Kris menjadi sering memperhatikan Jessy. Dia rasa kalau Jessy itu mirip dengan
Nari, mereka sama-sama yeoja yang periang dan juga cantik. Astaga apa yang aku
fikirkan?? Kris tak mau sampai tertarik pada yeoja lain, karna dia telah
berjanji hanya Nari lah yeoja yang dia cintai.
Hari ini Kris
harus bekerja lembur karna dia di rekomendasikan untuk naik pangkat menjadi
seorang Manajer. Tenyata Jessy pun ada pekerjaan yang harus dia serahkan besok pagi,
yang membuatnya harus melembur. Di kantor hanya tinggal Jessy dan Kris dan
mereka pun ada dalam satu ruangan. Tiba-tiba lampu kantor mati semua, dan
membuat jessy menjerit ketakutan. Kris yang mendengar Jessy menjerit langsung
menghampiri Jessy dan memeluknya.
“Tenanglah Jessy,
ada aku disini! Lebih baik kita keluar dari kantor sekarang.” Ucap Kris.
“Baiklah, yang
terpenting aku bisa keluar dari tempat yang gelap ini.”
“peganglah
tanganku. Aku akan menuntunmu menuju luar.”
“Baiklah.”
Setelah keluar dari
kantor, Kris baru menyadari bahwa sedari tadi dia menggenggam tangan Jessy
dengan erat. Kris langsung melepaskan genggamannya dan pergi begitu saja
meninggalkan Jessy yang masih kebingungan. Jessy akhirnya memutuskan untuk
pulang sendirian, sebenarnya dia takut pulang sendirian karna hari sudah sangat
gelap. Saat sedang berjalan menuju halte bus, Jessy di hadang oleh beberapa
preman. Jessy di ganggu dan juga di goda oleh preman tersebut. Kris yang
kebetulan pulang melewati halte itu langsung turun dan menghajar preman yang
sudah menggangu Jessy.
“Brengsek
kalian!!!” mengahajar wajah mereka satu persatu.
“Kris oppa...”
ucap Jessy senang
“kau sudah aman
sekarang, lebih baik kau ku antar pulang. Cepat masuk mobil ku.” Ajak Kris
“baiklah. Gomawo
oppa.”
“tunggu....apa
aku tidak salah dengar? Kau memanggilku oppa??” tanya Kris sambil melajukan
mobilnya.
“Mmmmm.....
memangnya tidak boleh?”
“itu lebih baik
dari pada kau memanggilku ajushi.”
“sekali lagi
gomawo Kris oppa.” Tersenyum.
Melihat senyuman
Jessy, kris merasa hatinya tenang. Sudah sekian lama setelah Nari pergi Kris
tidak pernah melihat senyum sehangat itu. Tiba-tiba perut Jessy berbunyi dengan
keras yang menandakan kalau dia itu lapar. Kris yang mendengar suara perut
Jessy langsung membawa Jessy ke sebuah restaurant berbintang lima di daerah
Myeongdong. Jessy bingung kenapa Kris membawanya ke sebuah restaurant, bukannya
kerumahnya.
“Ayo cepat
turun!” ucap Kris.
“memangnya kita
mau ngapain disini?” tanya Jessy polos.
“Kau kira kita di
restaurant mau ngapain? Ngelondre baju? Mau masang behel? Ya kita akan makan
lah. Bukannya kau lapar?” celetuk Kris
“bagaimana kau
bisa tahu kalau aku ini lapar???”
“Apa kau itu
bodoh eoh? Suara perutmu itu sangat kencang tau!!!”
Kris dan Jessy
pun akhirnya makan malam bersama. Entah apa Kris sangat senang makan bersama
dengan Jessy. Mereka menjadi lebih akrab dan juga Kris mulai sedikit tersenyum
mendengar celotehan Jessy yang seperti anak-anak.
Semakin hari
Jessy dan Kris menjadi lebih dekat. Mereka menjadi lebih sering berangkat ke
kantor bersama, makan siang bersama, dan juga pulang bersama. Semua karyawan
yang ada di kantor sangat aneh melihat kedekatan Jessy dan juga Kris.
Akhir-akhir ini Kris lebih sering tersenyum dan juga tertawa. Luhan tidak suka
melihat Jessy dan Kris sangat begitu dekat, Luhan sangat cemburu melihat mereka
berdua.
Kris House
“Kris hyung kau
dari mana saja? Kenapa malam sekali pulangnya?” Tanya tao adiknya
“Aku ada urusan
dulu jadi pulang telat.”
“Kau sudah makan?
Ayo kita makan dulu!” ajak Suho hyung.
“Ani hyung,
kalian makan saja berdua, aku sudah makan.”
“Pasti kau makan
dengan yeoja itu ya hyung?’ tanya Tao usil.
“Kau tidak perlu
tau urusanku.”
“Ajaklah pacarmu
itu kemari, dan perkenalkan pada hyung dan juga Tao.” Ucap Suho hyung.
“Pacar apa hyung?
Aku ini tidak punya pacar.’
“Kau tidak usah
berbohong hyung!!!!” ejek Tao.
“kalian ini
bicara apa eoh? Sudah aku mau tidur aku cape.” Pergi kekamarnya.
Dikamarnya kris
senyum-senyum sendiri kalau mengingat tingkah lucu Jessy. Dia rasa Jessy sudah
membuat hidupnya menjadi berwarna kembali. Kini mereka sering sekali bertelepon
hingga tengah malam. Kini di hidup Kris tak ada hari tanpa senyuman karna
Jessy.
Suho dan Tao
sangat senang kalau Kris sudah kembali menjadi sosok Kris yang dulu lagi. Kini
Kris sering tersenyum dan juga bernyanyi. Mereka senang kalau Kris sudah dapat
melupakan Nari mantan kekasihnya itu. Butuh waktu yang lama untuk Kris dapat
kembali menjadi dahulu. Kini Nari dapat pergi dengan tenang dan bisa tersenyum
di atas sana karna Kris sudah dapat menemukan penggantinya yang bisa membuat
Kris tersenyum.
Sabtu ini Kris
berencana mengajak Jessy untuk makan malam di sebuah restaurant yang sangat
mewah. Kris sudah memesan meja dengan dekorasi yang sangat romantis. Kris
berencana untuk menyetakannya pada Jessy. Namun kris ragu, dia takut kalau
Jessy akan menolaknya karena Kris fikir Jessy itu dekat Luhan.
At Restaurant
Kris menjemput
Jessy di rumahnya tepat pukul 8 malam. Kris sangat terkejut melihat penampilan
Jessy yang sangat cantik dan beda dengan biasanya. Kris membawa jessy ke
restaurant tempat mereka akan makan malam. Saat di tengah makan malam, kris
memegang tangan Jessy dan mengungkapkan perasaannya pada Jessy.
“Jessy-sshi!!”
memegang tangan Jessy.
“Ne...?” jawab
jessy gugup
“sebenarnya aku
ingin bilang kalau aku.........” ucap Kris terputus
“Aku apa oppa??”
“Aku......sebenarnya
menyukaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku Jessy?”
Jessy tidak
percaya kalau kris mengungkapkan perasaannya. Jessy tidak percaya kalau orang
yang sering dia panggil ajushi itu ternyata menyukainya. Sebenarnya sejak dulu
Jessy sudah suka pada kris karna Kris sangat tampan dan juga hebat. Namun Jessy
tak berani mengatakannya karna takut di telan hidup-hidup oleh kris.
Tanpa berfikir
panjang Jessy menerima kris dan juga mengatakan kalau dia juga sangat mencintai
Kris dan dia juga senang bisa menjadi orang yang penting dan berharga bagi
Kris. Malam itu mereka membuat kenangan yang sangat indah dan juga berkesan.
Kris yang mengajak Jessy jalan-jalan berkeliling Seoul sangat membuat Jessy
bahagia.
Saat mereka pergi
kekantor bersama dengan saling berpegangan tangan, semua karyawan kaget saat
mengetahui kalau Jessy dan Kris sudah berpacaran. Teman-teman Kris pun ikut
bahagia karna melihat temannya sudah dapat melupakan Nari. Namun tidak untuk
Luhan. Dia sangat tidak suka melihat jessy dan kris berpacaran. Luhan terbakar
oleh cemburu yang membuatnya berencana untuk memisahkan mereka.
Kris ditugaskan
oleh perusahaan untuk menjadi perwakilan perusahaan di acara seminar umum di
daerah Deojeon yang mengharuskan Kris menginap di sana selama 2 hari. Saat jam
pulang kerja, Jessy akan pulang menuju halte namun di tahan oleh Luhan. Luhan
meminta Jessy untuk menemaninya minum kopi. Awalnya Jessy menolak karna takut
Kris marah kalau tau dia pergi dengan namja lain.
“Jessy-sshi apa
kau tahu bagaimana masa lau Kris?” pancing Luhan
“Aniya..lagi pula
itu bukan urusanku untuk mencari tahu bagaimana dia di masa lalu.”
“Kris itu pernah
di tinggalkan oleh kekasihnya beberapa tahun lalu.”
“itu hal biasa
bagiku, setiap orang pasti pernah di
tinggalkan oleh kekasihnya.”jawab Jessy enteng.
“dia di
tinggalkan mati oleh pacarnya yang akan menjadi istrinya itu.”
“Haa????mati?”
tanya Jessy kaget.
“Yap! Dan asal
kamu tahu Kris itu sangat mencintai kekasihnya karna kekasihnya itu meninggal
saat mereka akan merayakan anniv mereka yang ke 5.”
“benarkah seperti
itu???”
Jessy yang
mendengar cerita tentang Kris dari Luhan menjadi terfikirkan tentang
hubungannya dengan Kris. Dia takut kalau dia hanya di jadikan batu loncatan
saja oleh kris. Jessy mencoba menghubungi Kris namun ponsel kris tidak dapat
dihubungi, dan membuat jessy menjadi semakin panik.
Suatu hari Luhan
meminta Kris untuk bertemu di sebuah taman. Tanpa sepengetahuan kris Luhan meminta
Jessy juga untuk datang. Luhan akan mencoba memisahkan mereka dengan cara apa
pun.
“Kris sebelumnya
aku minta maaf soal perkataan ku waktu itu.” Ujar Luhan
“Ucapan yang
mana?”
“Ucapan ku
mengenai Nari. Aku benar-benar menyesal, aku minta maaf.”
“ne tenang saja,
aku sudah memaafkanmu.”
“Oh ya Kris aku
dengan kau sekarang pacaran dengan Jessy?”
“ne sekarang kami
berpacaran. Aku minta maaf ya kalau kau tidak suka dengan hubungan kami.”
“untuk apa aku
tidak suka, aku mendukung saja.”
“Tapikan kau yang
lebih dulu mengenalnya, dan banyak yang mengatakan kalau kau menyukainya.”
“Ahhh itu hanya
pendapat mereka saja. Jadi kau tenang saja. Sebenarnya kau mencintai Jessy itu
tulus atau tidak?”
“Kalau aku boleh
jujur di hatiku itu sebenarnya hanya aja Nari, namun aku coba mendekati Jessy
mungkin saja aku bisa lupa, namun ternyata tidak. Aku malah makin mengingat
Nari. Aku sering menganggap kalau Jessy itu adalah nari, karna mereka memiliki
banyak kesamaan.”
Jessy yang
mendengar perkataan Kris sangat terkejut dan tidak menyangka kalau dirinya itu
hanya di jadikan bahan percobaan, dan Jessy hanya di anggap sebagai Nari yang
hidup dari matinya. Jessy yang kecewa dengan perkataan kris langsung
menghampiri Kris dan menamparnya. Luhan merasa bahagia karna dia telah berhasil
membuat Jessy dan Kris berpisah.
“kau kurang ajar
Kriss...” sambil menampar Kris.
“Nari-sshi.....eehhh....Jessy-sshi....”
“lihatlah
menyebutkan namaku saja kau sudah salah. Ternyata aku telah salah menyukai
orang. Ternyata kau itu orang yang sangat tidak mempunyai hati. Aku benci
padamu KRISSS!!!”lalu pergi meninggalkan Kris dan Luhan.
Luhan yang
melihat hanya tertawa dan juga bahagia kalau rencananya berjalan dengan lancar.
Dan itu berarti tidak ada yang dapat menghalanginya lagi untuk mendapatkan Jessy.
Kris berusaha mengejar Jessy namun Jessy tidak mendengar panggilan Kris dan
terus pergi menggunakan taxi.
Jessy House..
Setibanya di
rumah, jessy menangis dan mengurung diri dikamarnya. Xiumin yang melihat
adiknya menangis seperti itu langsung menghampiri Jessy dikamarnya. Dia bingung
kenapa Jessy bisa sampai menangis, apa yang sudah terjadi, dan siapa yang
berani membuat adik kesayangannya ini menangis.
“Jessy-sshi kau
kenapa?” tanya Xiumin Cemas.
“Oppa aku sakit
hatiii” memeluk oppanya.
“kau kenapa eoh?
Siapa yang sudah membuatmu menangis?”
“Kris oppa. Dia
ternyata orang yang sangat jahat sekali. Dia hanya menganggapku sebagai batu
loncatan dalam cintanya.” Cerita jessy penuh air mata.
“kurang ajar
sekali dia! Beraninya dia membuat adik oppa menangis seperti itu. Lihat saja
oppa akan memberinya pelajaran sekarang juga.” Ujar Xiumin penuh emosi.
“tidak usah oppa,
biarkan saja dia. Tidak usah mencari masalah dengannya, aku tidak mau oppa
terluka.”
Xiumin tidak
mendengarkan adiknya berbicara, dan langsung berangkat menuju rumah Kris untuk
memberinya pelajaran karna sudah membuat nangis adiknya. Jessy berusaha menahan
oppanya agar tak pergi namun yang ada Jessy malah di kurung dalam kamar dan
tidak di izinkan keluar.
“Yaaakkk namja
sialan keluar kau!!!!” teriak Xiumin di depan pintu rumah Kris.
“Maaf kau siapa
dan ada perlu apa? Mengapa kau berteriak seperti itu?” tanya Suhoo setelah
membukakan pintu.
“dimana Kris
namja brengsek itu! Jangan sembunyi dia!”
“hei hati-hati
kalau berbicara ya! Jangan mengatakan kalau adikku itu berengsek.”
“oh kau hyungnya,
cepat panggil Kris keluar.”
Tak lama Kris
tiba dengan mobilnya. Xiumin yang sudah emosi langsung menghampiri Kris dan
menghajarnya dengan keras. Suho yang melihat itu tidak terima kalau adiknya itu
di hajar. Suho meminta Xiumin untuk berhenti dan menjelaskan padanya apa yang
sebenarnya terjadi.
“Apa yang
sebenarnya terjadi? Kenapa kau memukuli adikku?”
“beritahu adikmu,
sebagai namja seharusnya dia bisa bersikap dewasa. Berani sekali kau menjadikan
adikku menjadi sebuah batu loncatan. Kau fikir adikku itu apa?”
“Mian hyung! Aku
tidak bermaksud seperti itu.”
“Sudahlah kau
jangan banyak bicara lagi. Dengar ini,
aku minta padamu jangan pernah menemui dan menghubungi Jessy mulai saat ini!”
Suho dan Tao yang
tidak mengerti dengan apa yang terjadi meminta Kris untuk menjelaskannya.
Setelah mendengar penjelasan dari Kris, suho dan tao pun ikut merasa kesal
kalau perbuatan adiknya itu. Namun Kris mengatakan pada hyungnya kalau dulu dia
memang dekat dengan Jessy karna dia merasa seperti sedang dekat dengan Nari.
Namun perasaan kris sudah benar-benar sepenuhnya untuk Jessy. Kris sangat
serius mencintai Jessy, Kris kesal karna dia sudah membuat orang yang dia
sayang untuk kedua kalinya pergi meninggalkannya.
Malam harinya
Kris berencana untuk datang ke rumah Jessy untuk meminta maaf dan menjelaskan
apa yang sebenarnya terjadi. Setibanya di rumah Jessy, Kris terus mengetuk
pintu rumah Jessy namun baik Jessy ataupun kakaknya Xiumin tidak ada satu pun
yang membukakan pintu. Kris melihat Jessy yang sedang memandang keluar jendela,
lalu kris memanggil jessy untuk turun dan mendengarkan penjelasannya. Namun
Jessy tidak ingin turun malah menutup jendela dan mematikan lampu.
Waktu sudah
menunjukan pukul 12 malam. Kris akhirnya memutuskan untuk pulang dan akan
kembali kesini besok pagi. Sebenarnya Jessy belum tidur, dia tidak tega melihat
Kris menunggunya diluar, tapi dia benci pada kris yang sudah memanfaatkannya.
Saat kris sedang berjalan menuju mobilnya yang terparkir cukup jauh dari rumah
Jessy, ada segerombolan preman yang mabuk menghampiri Kris dan mencoba merampas
mobil Kris. Kebetulan sekali Baekhyun, Chanyeol, Chen, Luhan, Sehun dan kai
melewat ke jalan itu dan melihat Kris sedang di keroyok oleh preman-preman.
Teman-temannya
membantu Kris melawan para preman. Jessy yang mendengar ada keributan langsung
melihat keluar jendela, dan dia sangat terkejut sangat melihat kalau Kris dan
teman-temannya sedang berkelahi dengan para preman. Jessy langsung membangunkan
kakaknya untuk segera menolong Kris dan teman-temannya. Begitu melihat jessy keluar, Kris sangat
begitu senang. Dia langsung berlari menghampiri jessy dan langsung memeluknya.
“Jessy-sshi aku
benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku di jebak
oleh Luhan agar kita berpisah. Tapi luhan sudah menjelaskan semuanya dan dia
pun sudah menyadari kesalahannya.”sambil memegang kedua tangan Jessy.
“Oppa aku pun
minta maaf karena telah membuatmu menunggu selama ini. Aku mengerti orang
sepertimu tidak mungkin menyakiti orang yang kau cinta.”
Tiba-tiba ada
preman yang menghampiri Kris dengan membawa pecahan botol yang tajam. Preman
itu langsung menusukkan botol itu ke punggung Kris. Jessy yang melihat darah
yang keluar dari punggung Kris dan juga mulutnya langsung mejerit dan menangis.
“KRISSSS
AWASSSSSS DI BELAKANGMUUU.....!!!!!!” teriak teman-temannya.
“Oppa kau kenapa?
Oppa punggungmu...”
“Jessy-sshi...terimakasih
telah membuat hariku berwarna. Terimakasih
sudah mengembalikan senyumanku yang dulu sempat hilang. Aku minta maaf
karna telah membuatmu kecewa,”
“oppa kumohon
jangan tinggalkan aku. Aku tidak marah padamu, aku malah sangat mencintaimu.”
“Oppa mungkin
akan menyusul Nari ke atas sana. Kau jangan lupakan oppa, jaga terus senyum dan
keceriaanmu itu. Saranghaeyo Jessy........”
“OPPAAAAAA.........ANDWAE......!!!!”teriak
Jessy
“Sudah Jessy
jangan menangis, biarkan Kris pergi menemui cinta sejatinya di alam sana.” Ujar
Xiumin
“Oppa walau pun
aku hanya kau anggap sebagai batu loncatan, aku tetap senang telah mengisi
kekosongan hatimu selama ini. Semoga kau bahagia dengan cinta sejatimu disana.”
Jessy menangis terharu.
Kepergian Kris
meninggalkan luka yang terdalam bagi Jessy. Namun jessy telah berjanji pada
Kris dan juga dirinya sendiri untuk tetap tersenyum dan juga ceria. Jessy yakin
kalau Kris dan Nari akan hidup bahagia di atas sana. Cinta Kris tidak akan
pernah mati dalam hatinya Jessy.
Sebuah pengorbanan cinta akan membuahkan
sebuah kebahagian yang besar. Yaitu sebuah cinta sejati yang telah di daktirkan
oleh tuhan. Walau pun rasanya sakit saat kita berkorban, tapi akan indah terasa
jika kita pun merasa bahagia dengan orang yang kita sayang. Hidup adalah sebuah permainan yang
memerlukan pengorbanan dan akan mendapatkan hadiah berupa kebahagiaan.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar